Friday, January 16, 2009

Cuma Berdua

KURABA buku-buku jarimu lewat cerita di bawah hujan kota: sebuah fragmen yang tak pernah kita lalui bersama sebelum bersimpang mimpi remaja. Kabut menelungkup dan kau berucap persis di telinga, "Belok ke mana kita?" Lirih kujawab, "Lurus saja." Kemudian senyap danau tengah hutan malam-malam menelan kita. Cuma berdua.

7 comments:

awie said...

terkadang jemari inipun tak sanggup meraba buku-bukumu kang ?
danau tengah hutanpun kadang tertawa melihat kita
terdiam tanpa kata

awie said...

sorry yah kang fotonya tak link ke album picasaku he he he he eh(deg-degan takut ga di ijinin ma kng budi )

lusysyarifa said...

dari hadits, kalo ad yg berduaan gini , yg ketiga tu cp ya?

Asiyah said...

Jadi nggak usah blok kanan?
Thanks.
Nggolek konco sing okeh yuk, Kang... ben rame, tambah seru...

Bulan Luka said...

awie = boleh banget, malah seneng jadi laskar laut.

lusy = karena yang berdua ini setan, yang ketiga kau. Haha..

asiyah = karena itu aku ngetok di facebook. Yuk!

amethys said...

koq aku ga pernah bisa ngomen to?

Bulan Luka said...

amethys = lha ini apa? Bisa lho ya... Pa kabar Wied?