Thursday, January 01, 2009

Greg!

Mata angin mencair dan mengalir sampai muara beku. Maka berhenti aku memanggil angin di pusaran rindu. Kulepas yang melekat. Kubiarkan apa pun yang lewat. Tak ada tanda di sini, selain jejak yang kian melesak.

10 comments:

Anang said...

oh... rindu..... rindu siapa pak?

kenny said...

ada lembaran yg mesti dilewati lagi mas, met th baru ya smoga lebih baik dr lembaran sblnya

ismun'vies'faidah said...

tapi jejakmu penuh rindu
seperti kincir
rindumu tak kan berhenti
hingga ke ujung sini....

awie said...

kerinduan yang mendalam,pasti untuk ibunya biru yah kang apu untuk csebuah cita yng belum terlaksana "selamat tahun baru untuk kang budi dan keluarga "semoga ditahun 2009 kita dapat lebih bisa ber kreasi amien amin amin ya roballalamin

goresan pena said...

seperti anak tangga yang mengantarkan siapa saja untuk naik dan turun...

bukankah sebuah rindu demikian pak? (kali' hehe...)

- One Cup of Nicopucino - said...
This post has been removed by the author.
- One Cup of Nicopucino - said...

Perimisi Mas, Aku mo ikutan gabung temen2 disini ya Mas!

Lagi ngomongin rindu ya? Menurut aku sih rindu itu cuma persoalan tentang masa lalu Mas, hehe ....

www.nicopucino.blogspot.com

Bulan Luka said...

anang = yang nyangkut kok rindunya lho, siapa hayo asline yang rindu?

kenny = iyah, moga kita tambah smart ngadepin idup

vies = tengkiu, jalan ati-ati, banyak onak duri.

awie = met tahun baru juga, semoga semuanya baru.

hezra = iya kali (kalibening maksude. hehehe...)

one = begitukah? tak ada rindu untuk masa depan?

awie said...

mana bukunya kang aku mo yang ada tandatangan pengarangnya,lain itu ga mau"SAMBIL NANGIS"

Bulan Luka said...

awie = sabar ya, lagi beli bolpoin (penulis sekarang kan pake komputer). Hehehe... Tunggulah, pasti hadir.