Wednesday, January 21, 2009
Luka Bulan
INILAH yang tak kusuka: kau biarkan bibirmu mengundang badai, melantakkan jantungku hingga tujuh bidadari yang mandi di kali tak mampu memalingkanku dari mata bintangmu. Aku pun kehilangan kesempatan mencuri selembar selendang jingga dan terkapar tanpa raga. Begitu saja. Kau? Terbang bersama mereka setelah meninggalkan jejak di teka-teki silang, lima kotak, menurun dan mendatar. Luka bulan ini, kenapa tak sembuh juga?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
17 comments:
yang pertamax horeeeeeeeeeee,buat apa mencuri selendang kalau masih bisa mencuri hati lagi pula bulan kan ga menangis walau sakit kaya apa juga heeeee
Oh, penyair dan gadisnya ya?
kenapa bulan musti terluka jika bintang dimata'nya'masih bersinar bagi rembulan??? kalaupun badai, pasti itu badai terindah dalm hidup (eh, cuma nebak lho)
tts emang fuyeng tapi bikin penasaran yo mas :D
awie = selendang itu bisa untuk kemulan. Haha...
mama aji (sayang gak bisa tengok2) = cuma lima kotak, kok jawabnya panjang gitu?
drupadi = boleh nebak kok, wong namanya teka-teki silang
kenny = naaaaaaaaaa!!!!!
aku tau kang ( C I N T A )iya nda hehe
sebenarnya itu luka kan dibuat sendiri toh ya
uhuy!
*seneng karena kali ini sungguh2 nggak mudheng*
Keren!
Musim puisi rupanya di blog-blog orang dewasa. Moga gak muncul Dyah Gembili-Dyah Gembili yang lain. Aihhh, aiihhh....
awie = mungkin, hehe
surya = nggak juga, tapi ya iya juga kali ya
arief = maksude, gampang geli gitu?
tm = Ah, ah, ah.... Dyah apa?
khusus Asiyah = Ciaaaaaa!!!! (seneng karena bisa bikin kau gak paham)
bulan luka ketabrak astrounut? hihihi...cuma ikut tebak2 an..:)
amethys = weeee, betul kalo astronaute cantin-malintik. Hehehe
kisah yang mana pak? rajapala atau jaka tarub? hehe...sama saja yah...?
lima kotak menurun dan mendatar... cinta kah...?
ah, tebak-tebak buah manggis saja...
Kamsute piye boss ?????????????
ha.ha.ha
bulanku pun tak pernah datang
Post a Comment