MENURUT kalender Suku Maya, tiga tahun lagi kiamat. Tanggal 21 Desember 2012 tepatnya. Jika Desember kita tulis dalam angka, beginilah jadinya: 21-12-2012. Hanya ada satu 0, yang lain 1 dan 2. Apa artinya? Entahlah. Yang jelas, berita tentang "kiamat" itu membuat Biru gundah. Maklumlah, 21 Desember itu tanggal lahir dia. "Kenapa kiamat pas hari ulang tahunku, kenapa nggak milih hari lain?" protesnya.Suatu malam, Mama Laurent nongol di televisi dan menjawab pertanyaan presenter tentang 2012 itu kira-kira begini: "Bencana besar mungkin terjadi. Tapi bagaimana persisnya, saya tidak tahu. Bahkan pandangan saya terbatas pada tahun 2012, tak bisa menembus ke tahun berikutnya."
Bakal benar-benar tamatkah dunia pada tahun 2012? Ya embuh juga!
Bersama kami, Biru nonton acara itu. Tak bereaksi dan berucap apa pun dia. Tapi malam-malam, dia keluar dari kamarnya, mengetuk kamar kami, dan sambil sedikit terisak bilang, "Aku gak bisa tidur..."
"Kenapa?" tanyaku.
"Takut kiamat..."
Hwuaduh! Sangat ingin aku menjelaskan soal 2012 dan Mama Laurent itu, tapi pasti sulit masuk ke pikiran dan hati Biru yang sedang direjam gelisah dan takut itu. Ya sudah, tidur ngumpul seperti pindang di pasar.
* * * *
LAIN hari, sepulang sekolah, dia bicara lagi soal kiamat yang kian dekat. Kesempatan itu tak aku lepaskan. Santai aku bilang, "Dulu Mas, waktu Bapak masih SD, ada selebaran 'awas, seminggu lagi kiamat'. Gegerlah orang-orang. Tapi seminggu kemudian, dunia tetap ada. Saat Bapak SMP, ada lagi selebaran soal kiamat. Pak Khotib, guru fiqih Bapak waktu itu, segera lari ke masjid dan bersujud.... Menangis! Tapi ternyata, dunia tetap ada. Saat Bapak SMA, ada lagi selebaran kayak gitu. Jadi, sekarang, tenang aja Mas, kiamat sudah lewat, berkali-kali malah...."
Biru termangu. Entah paham entah bingung. Entik segera menengahi agar (ini sangat mungkin) jawabanku yang "keterlaluan" itu tak tertelan mentah-mentah. "Sesuai dengan keyakinan kita, Islam, kiamat pasti terjadi, Mas. Tapi kapan, hanya Allah yang tahu. Yang penting, selama masih hidup, kita lakukan hal-hal yang baik..."
Aku pun menimpali, "Kalau sudah melakukan hal-hal yang baik, sudah, tenang aja. Mau besok mau 2012 mau kapan pun kiamat itu, terserah Yang Punya Hidup."
Biru manggut-manggut. Wajah keruhnya melenyap, berganti senyum. "Jadi nggak usah takut ya, Buk?"
"Ya nggak perlu wong pasti terjadi kok..."
* * * * *
KEMARIN, Biru membawa topik itu lagi, tapi dengan gaya yang berbeda, lebih santai. "Kiamat tak kiamat sama aja, yang penting jadi orang baik. Iya kan, Buk?" Entik mengangguk. "Kalau pas kiamat, kita tenang aja ya Buk, nggak usah lari ya? Mau sembunyi juga nggak bisa kan? Yang hancur kan dunia... Mau sembunyi di mana?"
"Ya iyalah..." kata Entik.
Aku berdiri di belakang Biru tapi tak berkomentar sedikit pun. Ingat dosa. Ingat belum banyak melakukan hal-hal yang baik itu...
17 comments:
jadi ingat aku masih banyak dosa nich,aku setujux apa yang di katakan istri sampean mas piss and lop aja ah kaburrrrrrrrrrrrr
Kiamatku adalah matiku, hanya itu yang kumengerti. Gimana bisa sih, kita memaksa masuk satu rangkai perjalanan waktu dalam SEKETIKA? Untuk kemarin, kini dan esok?
akupun mungkin akan berdiri di belakang anakku jika dia berkata hal yang serupa....
tampilan "baru" sebelum kiamat ya mas?.....
makasih buat biru ngingetin aku. Miftah.
awie = pengin ngoyak tapi wis kadung pegel. Haha
Mama = Nggak ada yang maksa kok, sante aja.
goresan = Iyak, malu kalau di depan.
Miftah (kenapa ano) = Nanti kusampaikan pada Biru
yg takut kiamat kok malah anak2 ya??
biarpun pandai merangkai kata2, tapi omongan seorang istri tetep lebih cespleng ya mas.
Kata-kata Biru, meskipun keluar daripada mulut si kecil, sepertinya jadi peringatan buatku juga. Pak Budi, Biru anak yang pintar ya. Moga-moga nanti Sultan dan Eka juga sepintar Biru.
wah..kiamat memang menakutkan yah? palagi klo ga siap..
tapi santai aja dan biru bisa mengerti penjelasan ibunya....makanya ibu is the best..hehehehe
klo nanti dijelaskan sorga dibawah telapak kaki ibu...dia pasti akan ndusel di telapak kaki ibu...wong surga jeh
kiamat oh kiamat...
hahahahaha...
wah kok ya pas ya ma ultah biru?????
makin pintar biru nih,.
kalah deh guee...
^_^
subhanallah,
adalah nugerah tak terhingga, memiliki putra seperti bilal,...
barokallhu, bro...
Mama loreng di sniper ja mpe mati,..
dia dah jd thogut yg lebih dipercayai banyak manusia drpd Allah..
inget kiamat,..
aq inget utang,..
Pas M Jibril tanya ttg kiamat ke Nabi SAW, Nabi bersabda "Yang ditanya tak lebih tahu drpda yg tanya",..Tu,..
cm dr banyak hadits emang dah banyak tanda2 yg mulai kliatan akhrir2 ini,...
baca ndiri ja bukuny ust Abu Fatiah
indri = anak2 takut karena fisik aja, medheni. Tapi orang tua takut karena "males" mati.
kenny = lha nek iki solidaritas istri. Hehe, iyah, bener.
yani = amin Allahuma amin...
amethys = yang ini solidaritas ibu. Wah, dikeroyok aku.
relungQ = karena mbakyunya makin mandiri.
doni = amin. lha siapa dong gurune...
lusy = tulbet itu. Eh, aku lum bisa buka blog geng!
*nggak iso ngomong po opo mas-eling dosa*
rung martobat pisan=(
bukankah yang menentukan kiamat adalah yang di atas ...
hanya tuhan yang tahu kapan berakhirnya kehidupan di dunia ini..
oia, jangan lupa mampir ke sini ya...
Post a Comment