HARI ini Gigih ulang tahun ke-4. Masih seperti tahun-tahun lalu, tak ada pesta. Hanya "perayaan" sekeluarga, termasuk Tia yang memulangkan diri dari Salatiga. "Mau hadiah apa, Gih?" tanya Entik begitu bungsu kami itu bangun tidur. Tanpa mikir, Gigih bilang, "Sepeda yang ada gambare hiu!"
Aku maklum. Meski Gigih tergolong mungil, sepeda roda tiga hadiah ultah ke-2 tetap saja sudah "jadoel". Saat main bersama teman-temannya, dia selalu teriak, "Hei, tunggu aku hei!" karena lingkar rodanya terkecil ya selalu ketinggalan --sekuat dan secepat apa pun dia nggenjot.
"Hadiahe sepeda aja kan?" tanyaku. Gigih mesem dan menjawab lantang, "Ya nggaklah. Yang banyak dong." Aku segera menyahut, "Lho, itu udah banyak lho. Bapak ngasih hadiah roda belakang, Ibuk roda depan, Mbak Tia setange, Mas Biru ngasih hadiah rantai. Bonusnya, sadel, pedal, rem, dan rangka. Banyak kan?" Gigih diam, mikir, mesem lagi, "Banyak tu bukan kayak gitu!!!!"
Biar sekali dayung, siang kami (kecuali Biru yang sekolah) keluar untuk banyak keperluan. Entik dan Tia kulakan ke Makro, aku dan Gigih ke bank untuk ini dan itu. Saat antre mengular di bank, Gigih kelihatan capek dan gelisah. "Pak, beli sepedanya kapan? Di sini kok lama to?"
Aku hibur dia. "Bentar lagi. Habis ini, kita jemput Ibuk dan Mbak Tia, terus beli sepeda. Oke?" Dia mengangguk. Saat jalan, dia tanya lagi, "Ini mau beli sepeda kan?" Ganti aku yang mengangguk. "Iya, tapi kalau nggak ngajak Ibuk dan Mbak Tia, kasihan kan?" Kembali dia mengangguk. "Iyalah, aku sabar kok!" Gubrak hwakakak! Dari mana dia dapat kata "sabar" itu?
Sampai Makro dan jalan lagi, Entik bilang, "Kita makan dulu yuk, laper." Gigih segera protes. "Kok makan? Beli sepedaaaa!!!" Entik ketawa, "Makan dulu dong, biar kuat nggenjot." Gigih paham, "O iya-ya." Habis makan taoto alias soto pekalongan di Kusumawardani (dekat Gubernuran), kami jalan lagi, tapi... "Sholat dulu ya," kataku. Gigih lagi-lagi protes, "Kok sholat? Beli sepeda to ya!" Aku menyahut, "Biar seger, raup dulu." Alhamdulillah, Gigih paham lagi, "Iyalah..."
Dari Masjid Baiturrahman, kami meluncur ke toko sepeda langganan di Depok, tapi kusempatkan menggoda, "Kita pulang sekarang." Gigih sontak protes, "Heh! Beli sepedaaaa!!!" Aku, Entik, dan Tia tertawa. "Sekarang udah hampir sore, kasihan Mas Biru kalau pulang sekolah, rumah tutupan." Kali ini, Gigih menggigih: "Pokoknya, beli sepeda."
Begitu belok kiri ke Depok dan berhenti di depan toko sepeda, Gigih tersenyum malu. Kami turun dan memilih. Yang terbawa pulang: sepeda berdambar Superman! Begitu sampai di rumah, Gigih langsung nggenjot dan manggil teman-teman. Fiuuhhh....
Sebenarnya, Gigih minta roti dan tiup lilin. "Kayak tahun lalu," katanya. Tapi aku dan Entik sepakat "lewati aja". Entik malah usul, "Makan malam nasi kucing di Simpanglima aja." Malam, lengkap kami berlima jalan ke Simpanglima. Ternyata eh ternyata entah kenapa tak ada lagi warung kaki lima (adakah Semarang sedang pengin dapat Adipura yang sungguh kedaluwarsa itu?).
Kami putuskan makan di warung nasi liwet depan Makro. Eh, tak ada juga (Semarang jadi terasa tambah aneh). Terus jalan lurus. Tak ada kata balik kanan, apalagi balik kucing. "Bebek goreng, mau?" tanya Entik. Semua mau, kecuali Gigih. "Aku lele aja!" katanya. Wuoeke.
Syukurlah, warung di Pedurungan itu tak tutup juga. Kami pun makan teramat lahap. Saat tinggal Gigih yang belum selesai makan, aku menyanyi, "Selamat ulang tahun...." Entik dan Tia turut. Gigih ketawa-tawa jengah. "Nggak ada rotinya kok nyanyi," protesnya. "Rotinya dah jadi lele," kataku. Tia menyambung, "Happy birthday, Gigih..." Biru menyela, "Kalau ada yang ulang tahun di kelas, nyanyinya bukan gitu, tapi barokallah."
Kami pun serentak mengganti lirik jadi, "Barokallah, Gigih.... Barokallah, Gigih..."
NB: Mohon doa, kami sekeluarga sehat sentosa.... Amin.
Monday, March 23, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

18 comments:
met ultah, gih...
jangan ngebut, yak :D
Gigih pintar, lucu. Slamat ulangtahun ya Dik Gigih. Tumbuh besar jadi anak yang soleh, yang selalu menyenangkan hati bapak sama ibu ya.
hahaha...
barokallhu gigih..barokallhu gigih...
(ikut nyanyi deh..)
cepet beesar ya, nak!
sugeng tanggap warsa, nggih Dik Gigih. Hi...hi...! (Mas, besok klo Dik Gigih udah ngerti internet dan tau buka2 blog bapaknya, kayak mbakyune dulu itu, apa yaa... tanggapannya?) Wait n see, Mas Bud...
happy b day Gigih...all the best for u
happy b'day gih...
eh mas bud tau gak kenapa hari minggu kemarin gak ada yg jualan di taman kb?
ternyata mulai hari senin ada (tertancap) rambu larangn dg warna merah menyala : DILARANG JUALAN DISINI
barokallah gigih.....
^^,
goop = oce, oce
yanie = amin ya robbal 'alamin
doni = makasih pak don!
broer = aku menunggu, sabar menunggu.
amethys = makaciiihhh...
wahyu = oalaaaaahhh!!! Eh, nama dan no hape anak2 geng yg kemarin datang dong.
relungQ = mbak tiaaakkk!!!
Kapan2 anak yang cowok2 dibawa ke acara KB,..
biar semakin tambah rejeki,..
semakin mereka yakin,..Bapaknya diluar punya perjuangan dan tanggung jawab yg hebat,..
biar kalo kemana2,..yang dirumah
bisa mendoakan,..
krn tahu,..
dan percaya,..
Thanks, Lut... (nggregel neh).
Wakakakaka.....
met ultah ya gigih, smoga cepet besar...
mas, siap2 aja, sapa tau taun depan dia minta hadiah motor. wekekekekeke......
met ultah gigih, sehat sentosa ya
bentar lagi TK dong?
Nggregel ?...
artine apa?...
met ultah ya gigih...
buat abah: u're the best father...
apa yang kau tulis selalu menggugah perasaan yang paling purba.
minta sepeda bergambar hiu kok dapetnya bergambar supermen?!.
Met ultah buat GIgih Barokallah to you. (MIFTAH)
wahhhh... tanggal lahirnya sama dengan saya...:)
selamat ulangtahun ya Gigih...
jadi anak pinter dan cerdas... juga penyemangat untuk kedua ortu...
met ultah. makan2
Post a Comment