Thursday, April 09, 2009

Main Perasaan

GIGIH sedang "konsen" ke permainan banyak gerak. Selain main sepeda, dia juga sering main kelereng dan bola. Kalau tak ada Biru si kakak, dia ajak Entik si ibu. Kalau Entik sedang repot, dia ajak aku si bapak. Kalau aku sedang nulis atau baca, dia ajak kembali ibunya. Kalau semua "tak mau", dia pun manyun atau menelungkupkan muka ke bantal. Kalau tak ada yang menghibur, biasanya dia beralih nonton film atau main kartu-baca.

Tadi pagi, saat aku sedang membaca (naskah) novel, dia mengajakku main lempar-lemparan bola. Karena Entik sedang masak dan Biru sibuk main sendiri dalam kamar, aku pun tak tega menolak.

"Tangkap, Pak!" teriaknya sambil melempar bola. Sigap kutangkap lalu kulempar balik ke dia. Meski belum sempurna, dia sukses menangkap bola. Terus begitu, bolak-balik. Agar Gigih makin terampil, bola kulambungkan. Ternyata, luput dari tangkapan dan mengenai mukanya. Dia tertawa. "Waduh, kena muka gue!" katanya. Dia ambil bola itu, dia lempar kuat-kuat. Melenceng. "Salah, gue!" serunya sembari ketawa.

Giliran aku yang melempar. "Jangan tinggi-tinggi, Pak..." pintanya. Aku manut. Tapi lama-lama kulambungkan lagi bola itu dan mengenai kepalanya. Gigih tertawa. "Coba, Bapak bisa nggak?" katanya, lalu sekuat tenaga melempar bola ke atas. Aku tunggu saja bola itu turun dan jatuh di telapak tangan kanan. "Bapak kok bisa to?" tanyanya.

"Lihat saja bolanya, lalu tangkap atau terima dengan tangan pakai perasaan," jawabku sembari memberikan contoh: kulentingkan bola, kutangkap dengan amat mudah. "Ooooo.... gitu to."

Kulempar bola sampai hampir menyentuh langit-langit, Gigih mendongak, dan bola pun jatuh mengenai mukanya. "Waduh, muka gue kena lagi. Hahaha!!!!" Bola menggelinding keluar kamar dan dia kejar. Aku sempatkan kembali ke layar komputer dan membaca naskah itu.

Gigih balik ke kamar sambil mendekap bola dan mengajak, "Pak, main perasaaan lagi yuk!" Aku kaget. Main perasaan? Oh, pasti maksudnya main tangkap bola dengan perasaan. Aku tertawa. "Oke, ayo kita main perasaan!"

12 comments:

indri said...

uahh...maen perasaan nih...

anakku cewe juga suka gitu mas....maenin perasaan tapinya....
bikin ortunya kebat kebit

Pambajeng "Broer" Argaputra said...

Awas lho Gih! Gak boleh main bola milik Bapak! Bahayaaa.......!

kenny said...

msh kecil maen perasaan ggp, ntar klo dah gede hati2 ya gih...maen perasaan :D
kog gue..gue...mesti kebanyakan liat sinetron ki hehehe.

lutfi syarifudin said...

aq pengen maen gituan sama anakku,..
nikah dulu ah,..

revalina ranting said...

kalau main bola aja pake perasaan,apalagi main-main yang lain. hehehe....

komunitasgamma said...

Numpang lewat aja nih,,,

Bulan Luka said...

indri = pas di masjid itu, saat melihat kau bertiga, aku seperti melihat diriku belasan tahun lalu/ Haha...

Broer = ????

kenny = gak, kami serumah gak pernah nonton sinetron kecuali [as Ramadan (Para Pencari Tuhan). Ekstrane/iklan yg nongol di sela acara anak-anak kali yg bikin dia bergue-gue gitu.

lutfi = dah ada yg mau sama dirimu? Jangan sampai kalah oleh wahyu..

reva = wah, yg ini dah sibuk main yg lain rupanya

gamma = makasih

Anonymous said...

ada2 ja ya celoteh n tingkah anak-anak itu. semakin meracau n ga nyambung malah semakin lucu n ngegemesin. ntar klo dah dpt jodoh buat anak yang kayak gigih ah...he..he...,

revalina ranting said...

main apaan si pak? gak main apa-apa kok!

goresan pena said...

hal sederhana yang menyenangkan ya pak..

relungQ said...

ya gak papa..
biasaaaa nyokap...
hahahaha...

Tempat Sampah isi Kepala said...

hmmmmm.... ada permainan baru rupanya