DUA minggu lalu, Gigih terserang batuk yang aku yakin karena kecerobohonku. Saat hendak membeli sop ayam pecok yang lumayan jauh dari rumah dengan naik motor, aku membolehkannya turut. Karena hanya berdua, mau tak mau Gigih duduk di depan dan aku mbatin, jangan-jangan seperti dulu, habis naik motor model begini, bontot kami itu terserang batuk-pilek. Tapi mbatin tinggal mbatin karena Gigih sudah nangkring.Anehnya, meski sudah mbatin seperti itu, aku nekat juga ”membahagiakan” Gigih dengan cara sedikit ngebut saat pulang. Dia senang bukan main. ”Lagi Pak, lagi!” Tapi besoknya, bangun dari tidur saja belum, sudah terdengar dia batuk-batuk. ”Alergi” debu pasti. Aku pun mbatin, dadi bapak kok rak nggenah!
Hari itu juga, sepulang kantor, aku beli degan wulung: obat alami untuk radang tenggorokan. Sampai di rumah, yang minum tak cuma Gigih, tapi juga Entik dan Biru. Habis deh! Besoknya beli dan beli lagi sampai batuk Gigih mereda.
Seminggu lalu, saat aku sok sibuk di kantor, Entik kirim SMS: pulang nanti beli degan wulung untuk Biru. Kepalaku langsung makpeng. Satu anak belum sembuh benar, satu lagi terserang. Yang lebih bikin ”kelimpungan” adalah adat Biru saat sakit, jauh lebih manja ketimbang Gigih. Maklum juga, punya kesempatan minta dan dapat perhatian. Tidur pun kini ngumpul.
Entik yang setiap malam diapit dua anak batuk, akhirnya terserang batuk juga. ”Ketambahan masuk angin akut juga kayaknya,” kata Entik. Wis, kerokan, kerokan! Dan tak pelak, dari pagi hingga malam, seminggu belakangan ini, ada konser batuk di rumah. Apalagi, walau tak separah mereka, aku terserang juga.
O ya, tak seperti adiknya yang nyaris doyan apa saja termasuk ”jamu kunir”, Biru selalu pilih-pilih obat. Minum madu saja dia bermasalah (sampai-sampai aku bilang, hanya madu obat yang disebut dalam Al-Quran), apalagi yang lain. Periksa ke dokter dia menolak karena tak mau minum puyer. Jamu batuk yang dibeli Entik untuk Biru, malah tandas diminum Gigih. ”Lha Mas Biru gak mau, ya aku habisin,” katanya.
Akibat sakit, sudah seminggu Biru tak sekolah. Sangat kelihatan dia bosan di rumah, kangen ketemu teman dan guru, bahkan kangen tidur di kamar sendiri. Mungkin karena itu, dia menyerah, kemarin dia mau periksa ke dokter. Untungnya, si dokter tak ngotot ngasih puyer, cukup pil, hingga obat yang tak perlu seperti panas dan pilek tak harus turut terminum.
Hari ini Biru sudah lumayan. Masih batuk, tapi tak se-njeglik sebelumnya. Maka tak ada doa yang aku panjatkan kecuali.... ”Tuhan, limpahi kami rezeki kesehatan... rezeki kesehatan... ”

13 comments:
syafakumullahu..ndang sembuh yo...
la kok gentian wae..kompake..wingi abiyyu cs..saiki gigih cs...halah..halah..!
amin...amin.
btw beli degan wulung dimana to mas???
doni = iya, bro, dan Biru itu yang paling suwi watuke....
indri = thanks. Aku selalu beli degan wulung di Bangetayu, langganan, setiap mapras selalu bilang, "Merah ya, Pak?" Haha..
konsar-konser...
EOne sapa?....
Amien, moga cepet sehat semua. Nggak tega liat anak2 batuk. Menggeh2..
lam kenal,,sy sering baca esai Anda di Suara Merdeka mengenai puisi. sy punya blog puisi, kunjungi dan tolong bri kritik, mungkin sy bisa belajar dr Anda...matur nuhun...
Cepat sembuh ya Biru dan Gigih. Dirumah, anak-anak juga pada batuk dan flu. Lagi musim kali ya...
akh...semoga cepat sembuh semua...:)
cepat sembuh. biar bapaknya bisa nraktir saya...
lutfi = kalo mau, jadilah EO
dew = iyah, pagi buta terjaga semua
pujangga = lam kenal juga
yani = makasih doanya, iya musim
hezra = thnaks, moga sehat juga di sana
wiwien = kau yang mestinya nraktir aku. Ayo!
semoga cepet sembuh ya, nang...
wah batuk borongan? aku juga kena batuk...3 hari...klo ditanya teman...kamu batuk yah? kujawab ho oh swain flu..hihihihi..temanku ngakak semua..tapi udah lewat wong aku rajin minum teh jahe....make madu
eh mas, anak anakmu makin gede makin ngganteng...hihi...besanan yuk *hihi*
degang wulung opo???jamu kunir opo??anakku sering banget watuk2*koyoke goro2 model naik motor sama bapak'e juga*
email langsung yo mas...khan timbang obat kimia terus...sapa tau manjur juga d ningrum...
suwun =)
Post a Comment