Monday, July 20, 2009

Putih Belaka

"Tunggu di situ, ya, di situ..." katamu. Aku pun duduk berpeluk waktu. Kau berlalu dalam bisu. Kapan kembali tak tahu aku. Seperti biasa, kulukis saja bulan di sudut zaman yang bertentang. Tak peduli malam tak peduli siang. Juga seperti biasa: kanvas itu putih belaka....

7 comments:

revalina ranting said...

hanya saja bulan itu juga melukis kesetiaan yang terambang...
di sudut dendam....

Mama Aji said...

Sabar ya mas, Insya Awloh tercapai

inspirasidania said...

putih itu suci
putih itu indah
namun putih takkan terlihat suci
tanpa adanya noda
namun putih takkan terlihat indah
tapa adanya hitam
seperti mata tak lagi indah
jika warna hitam tak ada :-)

Mataharipagi said...

reva = aduh, kok pake dendam sih
Mama aji = iyah, sabaaaaarrrr...
inspi = yg paling pas Yin-Yang!

Harri Adventure said...

Please add my link

Harri said...

Please add my link

sarah said...

artinya ttp sm aja yagh githu?? *g ngerti mode on*..hehe
salam kenal :D