Saturday, August 29, 2009

Tak Jelas Lagi

Beginilah pada mulanya: kau biarkan aku berenang dan menyelam sampai ceruk terdalam. Ketika waktu mengunciku di situ, kau karangkan wajahmu. Bahkan tubuhmu. Sebelum aku mulai membangun candi, kau buru-buru menjonggrang tanpa pagi. Maka siapa yang terkutuk tak jelas lagi.

3 comments:

revalina ranting said...

mungkin sesekali kita coba ludahi wajah diri di cermin. Sebelum waktu makin berlipat-lipat. Dalam gelap... juga pagi?

Mataharipagi said...

reva = waduh.. kok kejam begini? Hehe.. Nyante nyante...

Prof. Fuad Fauzi said...

terpuruk dalam jurang dalam keruh lagi gelap. mengubur permata hati, membunuh cucuran air mata...

biasanya kalau air mata bercucuran itu tanda kesedihan dan kebimbangan bahkan keadaan emosi yang meluap-luap...

lantas, mengapa harus dibunuh ?