HARI ini, aku minta maaf dua kali. Pertama, saat mengantar Biru ke sekolah. "Maafin Bapak ya, Mas.. tadi malam Bapak marah," kataku sambil ngosak-asik rambutnya. Ringan dan cepat, Biru menjawab, "Iyah, gak papa."
Kedua, setelah Tia berangkat ke Peterongan untuk ngadang bis ke Salatiga. Mestinya, aku antar dia sekaligus hadir dalam pertemuan wali murid. Kukirim sms: I am so sorry... Agak lama, bahkan setelah aku telepon soal yg lain, barulah sms balasannya datang, "Heiii.. no problem, Dad!"
Lega, iya. Tapi tetap ada "sisa". Begini rasanya jadi orang tua yang "tak sempurna".
Monday, October 19, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
ya..saya juga baru sekarang ini merasakan hal yang sama. Tiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik buat anak2 meskipun ada sesuatu hal itu diluar kudrat kita..
yani = seneng rasanya ada yang punya perasaan sama. Hmmm....
Post a Comment