Monday, April 27, 2009

Bahkan

BARU kali ini aku benar-benar merasa betapa sulit berbagi cerita.... bahkan dalam puisi, meski sepotong saja.

Thursday, April 16, 2009

Tak Apa

Rela saja kulipat-lipat waktu untuk mata yang mendupa dan mengantarkanku ke sebuah meja dengan dua cangkir kopi panas tanpa gula. Kunikmati sendiri pun tak apa...

Thursday, April 09, 2009

Main Perasaan

GIGIH sedang "konsen" ke permainan banyak gerak. Selain main sepeda, dia juga sering main kelereng dan bola. Kalau tak ada Biru si kakak, dia ajak Entik si ibu. Kalau Entik sedang repot, dia ajak aku si bapak. Kalau aku sedang nulis atau baca, dia ajak kembali ibunya. Kalau semua "tak mau", dia pun manyun atau menelungkupkan muka ke bantal. Kalau tak ada yang menghibur, biasanya dia beralih nonton film atau main kartu-baca.

Tadi pagi, saat aku sedang membaca (naskah) novel, dia mengajakku main lempar-lemparan bola. Karena Entik sedang masak dan Biru sibuk main sendiri dalam kamar, aku pun tak tega menolak.

"Tangkap, Pak!" teriaknya sambil melempar bola. Sigap kutangkap lalu kulempar balik ke dia. Meski belum sempurna, dia sukses menangkap bola. Terus begitu, bolak-balik. Agar Gigih makin terampil, bola kulambungkan. Ternyata, luput dari tangkapan dan mengenai mukanya. Dia tertawa. "Waduh, kena muka gue!" katanya. Dia ambil bola itu, dia lempar kuat-kuat. Melenceng. "Salah, gue!" serunya sembari ketawa.

Giliran aku yang melempar. "Jangan tinggi-tinggi, Pak..." pintanya. Aku manut. Tapi lama-lama kulambungkan lagi bola itu dan mengenai kepalanya. Gigih tertawa. "Coba, Bapak bisa nggak?" katanya, lalu sekuat tenaga melempar bola ke atas. Aku tunggu saja bola itu turun dan jatuh di telapak tangan kanan. "Bapak kok bisa to?" tanyanya.

"Lihat saja bolanya, lalu tangkap atau terima dengan tangan pakai perasaan," jawabku sembari memberikan contoh: kulentingkan bola, kutangkap dengan amat mudah. "Ooooo.... gitu to."

Kulempar bola sampai hampir menyentuh langit-langit, Gigih mendongak, dan bola pun jatuh mengenai mukanya. "Waduh, muka gue kena lagi. Hahaha!!!!" Bola menggelinding keluar kamar dan dia kejar. Aku sempatkan kembali ke layar komputer dan membaca naskah itu.

Gigih balik ke kamar sambil mendekap bola dan mengajak, "Pak, main perasaaan lagi yuk!" Aku kaget. Main perasaan? Oh, pasti maksudnya main tangkap bola dengan perasaan. Aku tertawa. "Oke, ayo kita main perasaan!"

Thursday, April 02, 2009

Proyek Baru: GANG PINGGIR


TAHUN lalu, bersama Handry TM di bawah bendera Rumah Kertas Productions, aku turut serta dalam proyek film indi-indian Hujan di Hati Stephie. Tahun ini, kami "nekat" bikin proyek baru: Gang Pinggir, sebuah film tentang (perjuangan) Giok Hong, primadona Gang Pinggir, Pecinan, Semarang.

Bedanya, dulu cerita berdasarkan cerpen karya Nora Umres yang diskenariokan oleh Wiwien Wintarto, kini cerita murni skenario karya Handry TM. Beda yang lain, tahun lalu bekerjasama dengan Gradasi (majalah SMK 11 Semarang) dan Kantin Banget Suara Merdeka, kini berupa konsorsium aneka pihak dengan mengibarkan bendera baru: Kotalama Film.

Audisi aktor/aktris terselenggara Minggu 29 Maret 2009. Sekarang seluruh kru sedang mematangkan persiapan bagian masing-masing, termasuk menentukan siapa peserta audisi yang paling layak menjadi "bintang". Menurut rencana, syuting mulai akhir Mei 2009.

Apa peranku dalam Gang Pinggir? Masih sama: produser (-produseran). Hahah... Yang penting: bekerja bersama teman-teman sevisi senasib sepenanggungan dan terus belajar apa saja, termasuk belajar bidang kerja orang lain.... Di luar itu, sejak awal aku sudah jatuh cinta pada judul film ini: GANG PINGGIR.